Magelang, 10 September 2026 — Dalam rangka menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah melalui Tim Literasi bersama para murid mengikuti rangkaian kegiatan Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para murid untuk mengenal literasi secara lebih luas. Literasi tidak hanya dilakukan melalui aktivitas membaca dan menulis di dalam kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung, kreativitas, budaya, permainan, seni, serta berbagai sumber informasi yang ada di lingkungan sekitar.
Salah satu kegiatan yang diikuti adalah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Magelang. Dalam kunjungan tersebut, para murid diajak untuk mengenal lebih dekat perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Murid dapat melihat berbagai koleksi bacaan sekaligus memahami bahwa perpustakaan merupakan tempat yang dapat membantu mereka menemukan informasi, pengetahuan, dan berbagai bahan bacaan sesuai dengan kebutuhan maupun minat.
Antusiasme murid semakin terlihat ketika mereka mengikuti kegiatan Bazar Buku Murah. Beragam buku dengan harga yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi para murid. Mereka dapat melihat berbagai jenis buku, memilih bacaan yang menarik, serta mengenal lebih banyak pilihan bahan bacaan di luar buku yang biasa mereka gunakan di sekolah.
Kegiatan bazar tersebut memberikan pengalaman yang bermakna karena murid tidak hanya diajak untuk membeli buku, tetapi juga belajar memilih bacaan, mengenali isi buku, mempertimbangkan kebutuhan, dan menemukan buku yang sesuai dengan minat mereka. Dari kegiatan sederhana tersebut, tumbuh pemahaman bahwa buku dapat menjadi teman belajar sekaligus sumber pengetahuan yang menyenangkan.
Selain Bazar Buku Murah, para murid juga menikmati berbagai kegiatan dalam Festival Literasi Kabupaten Magelang. Mereka mengunjungi berbagai stand pameran literasi yang menampilkan karya, kreativitas, serta potensi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan kepada murid bahwa literasi dapat hadir dalam banyak bentuk dan tidak terbatas pada kegiatan membaca dan menulis saja.
Pengalaman belajar semakin beragam melalui kegiatan permainan tradisional, membatik, dan melukis. Melalui permainan tradisional, murid dikenalkan kembali pada kekayaan budaya daerah sekaligus belajar tentang kerja sama, sportivitas, aturan permainan, dan kebersamaan.
Sementara itu, kegiatan membatik dan melukis menjadi ruang bagi murid untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas. Murid dapat belajar menghargai proses, mengenal karya seni dan budaya Indonesia, serta memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya sesuai dengan ide dan imajinasinya.
Tidak kalah penting, para murid juga melakukan kegiatan membaca buku dan mencari sumber informasi. Mereka diajak untuk mengamati, membaca, menemukan informasi yang dibutuhkan, serta belajar memperoleh pengetahuan dari sumber yang tepat. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan literasi sejak dini, terutama kemampuan dalam mencari, memahami, dan memanfaatkan informasi.
Rangkaian kegiatan Festival Literasi kemudian semakin meriah dengan kesempatan bagi para murid untuk menyaksikan unjuk karya. Berbagai karya yang ditampilkan memberikan pengalaman sekaligus inspirasi bagi murid bahwa proses belajar dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai. Karya yang mereka lihat menjadi contoh bahwa membaca, belajar, berlatih, dan berkarya merupakan bagian yang saling berkaitan dalam mengembangkan potensi diri.
Keikutsertaan Tim Literasi dan murid SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah dalam Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 menjadi pengalaman belajar yang berkesan. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang tersebut, murid memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung di luar lingkungan kelas, mengenal dunia buku, menemukan berbagai sumber informasi, menikmati kegiatan seni dan budaya, serta mengembangkan kreativitas.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi di lingkungan sekolah. Semangat membaca diharapkan tidak hanya tumbuh ketika murid mendapatkan tugas dari guru, tetapi menjadi kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semakin dekatnya murid dengan buku dan berbagai sumber pengetahuan, diharapkan rasa ingin tahu mereka semakin berkembang.
Melalui pengalaman belajar di luar kelas seperti Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026, SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah terus berupaya menanamkan bahwa literasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang berpengetahuan, kreatif, berbudaya, dan berkarakter.
Karena literasi bukan sekadar membaca kata, tetapi juga belajar memahami dunia, menemukan informasi, mengenal budaya, menciptakan karya, dan terus tumbuh menjadi generasi pembelajar.
SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah
Menumbuhkan Generasi Cinta Literasi, Kreatif, Berbudaya, dan Berkarakter.
